Sosialisasi Program Gerakan Desa Emas di Desa Barisan – Cirebon

H. Selamet Kuwu Barisan memberikan sambutan pada program sosialisasi Gerakan desa Emas

Rombongan petinggi Sekolah Tinggi Ekonomi dan Perbankan Islam Mr. Sjafruddin Prawiranegara (STEBank) melakukan kunjungan ke Desa Barisan Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon pada Selasa, 15 Desember 2020.

Pada kesempatan itu, dari pihak STEBank hadir dalam acara adalah Ketua STEBank Dr. Aries Muftie, SH., MH, Kaprodi S1 Perbankan Syariah Drs. Amir Yahya, MM., Kepala Administrasi dan Akademik Khambali, M.Pd dan Kepala Pemasaran H. Upik Kismono, ST. sedangkan dari pihak Desa Barisan adalah kepala desa Barisan H. Selamet beserta seluruh jajarannya.

Rombongan dari Jakarta sampai di lokasi pukul 11.30. Sampai di lokasi, rombongan STEBank disambut oleh kuwu desa Barisan yang diawali dengan bincang-bincang kecil lalu, makan siang dan melihat-lihat keadaan sekitar desa Barisan.

Tepat pukul 13.00 warga yang diundang untuk mengikuti sosialisasi Gerakan Desa Emas STEBank sudah kumpul.

Kegiatan sosialisasi ini diawali oleh sambutan Kuwu Barisan. Kuwu Barisan menyampaikan terima kasih atas kunjungan tim STEbank dan mengajak warganya untuk mendengarkan pemaparan dengan baik. Pak Kuwu berharap dengan kedatangan Tim Kampus Desa Emas, warganya dapat mengambil ilmu bagaimana membangun bisnis sehingga menjadi desa yang produktif.

Setelah sambutan pak Kuwu, rangkaian acara langsung ke sosialisasi program gerakan desa emas. Pak Aries selaku Ketua Gerakan Desa Emas memberikan pemaparan. Pak Aries menjelaskan bahwa setiap daerah pasti memiliki potensi bisnis hanya saja bisnisnya tertutupi oleh produk-produk dari luar. Beliau memberikan contoh sederhana bahwa pasti setiap daerah minum kopi, minum air mineral kemasan, mencuci dengan sabun, dan lain-lain. Beliau menambahkan sebetulnya produk-produk seperti itu bisa diproduksi sendiri dan dipasarkan sendiri. Beliau juga memaparkan hubungan antara produk lokal berkualitas dan daya beli warga sendiri. Memang semestinya setiap produk harus unggul dan warga harus mengutamakan produknya sendiri daripada produk luar, dengan demikian desa akan menjadi desa yang berdaya dan mampu menggerakkan perekonomian.

Pak Aries menegaskan bahwa Timnya tidak hanya memberikan konsep, tetapi konsep gerakan desa emas sudah dikembangkan di berbagai pedesaan di tanah air seperti di Kalimantan, Bojonegoro, Indramayu, NTT, Bali, dan lain-lain. Beliau memberikan bukti kongkrit yang ideal untuk dijadikan contoh yaitu desa Eretan Kulon Indramayu. Desa Eratan dibina oleh Gerakan Desa Emas dalam mendeteksi dan mengoptimalkan potensi desanya, saat ini Desa mampu mendirikan berbagai unit usaha dan menghasilkan omset Rp. 1 Miliar per hari. Omset tersebut terdiri atas 7 unit usaha di antaranya adalah Pom bensin, Tempat Pelelangan Ikan, 50 kapal, 1 kapal cumi senilai Rp. 3 M. Di samping itu pelaku usaha juga akan mengikuti pelatihan lanjutan di luar negeri seperti belanda, Jepang, Jerman dan Korea (negara-negara yang terhimpun dalam organisasi Semaulundong Global Leage). Terkait kegiatan perekonomian di desa Eretan Kulon Selengkapnya dapat dilihat di sini Gerakan Desa Emas di Desa Erertan Kulon

Lalu pak Aries menjelaskan bahwa untuk membangun kegiatan ekonomi di desa dibutuhkan para patriot desa. 1 Patriot mengkoordinir 33 KK. Para patriot akan melatih warga desa mengerjakan proyek. Patriot harus di usia produktif, sehat jasmani rohani, soleh-solehah dan mampu menjadi teladan.

Pertemuan ini adalah sebagai awalan, yang kemudian akan dilakukan follow up yang lebih teknis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *